Banyumulek, 5 Maret 2026
dikutip dari RRI.CO.ID-Warga Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan pariwisata desa yang hingga kini tak kunjung diperbaiki. Jalan sepanjang ratusan meter yang menghubungkan kawasan Masjid Kembar hingga Kali Babak itu disebut telah rusak parah selama lebih dari satu dekade, meski berulang kali dijanjikan akan diperbaiki.
Jalan tersebut bukan sekadar akses warga lokal, melainkan jalur utama yang kerap dilalui wisatawan mancanegara menuju sentra gerabah Banyumulek. Setiap kedatangan kapal pesiar, ribuan turis disebut melintasi jalur ini, namun harus menghadapi kondisi jalan berlubang dan bergelombang yang membahayakan keselamatan.
Salah seorang warga Banyumulek, Zainudin, menuturkan janji perbaikan jalan itu terus berulang setiap momentum politik, namun tak pernah diwujudkan hingga hari ini.
“Jalan pariwisata ini dari Masjid Kembar sampai Kali Babak panjangnya sekitar tiga ratus lima puluh meter dan sudah rusak sebelas tahun. Setiap gubernur dan bupati mau nyalon selalu janji diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak pernah ada realisasi,” kata Zainudin saat ditemui RRI dilokasi jalan rusak, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Zainudin, kondisi jalan yang rusak bukan hanya merugikan warga, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Lombok di mata dunia. Ia menyebut banyak wisatawan asing mengeluhkan kenyamanan saat melintasi jalur tersebut.
“Kalau kapal pesiar datang itu ribuan tamu lewat sini. Mereka merasa tidak nyaman, bahkan bisa sakit perut. Belum lagi ibu hamil, lewat jalan rusak ini sangat berisiko,” ucapnya.
Ia menambahkan, persoalan ini sebenarnya telah berulang kali disampaikan dalam berbagai forum dan pertemuan resmi, namun selalu berakhir tanpa tindak lanjut yang jelas dari pemerintah.
“Sudah sering kami ajukan, hampir di setiap pertemuan selalu disampaikan, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pariwisata desa.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki supaya pariwisata Banyumulek dan Lombok tidak dipandang buruk oleh dunia internasional,” (jAy/Ky)