Banyumulek,25 Januari 2026
Dikutip dari Koran Jakarta
LOMBOK BARAT – Industri kerajinan yang tengah mengalami penurunan pendapatan membutuhkan dukungan strategis karena sektor ini bukan hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi penopang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Tekanan permintaan yang melemah dapat mengancam keberlangsungan pelaku usaha kecil hingga menengah, sekaligus berpotensi mengikis warisan budaya yang mereka bawa. Dukungan dalam bentuk akses pembiayaan, promosi pasar digital, serta kebijakan perlindungan produk lokal menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan memastikan industri kerajinan tetap bertahan serta bertransformasi di tengah tantangan ekonomi.
Perajin gerabah di kawasan desa wisata Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, meminta dukungan pemerintah lantaran pendapatan yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyumulek Sarbini mengatakan pandemi Covid-19 masih berdampak sampai saat ini membuat penjualan cenderung sepi, bahkan beberapa gerai seni ada yang gulung tikar. "Permintaan pasar yang lesu berdampak langsung terhadap perajin gerabah," katanya di Lombok Barat.
Sarbini mengatakan ada pergeseran minat pasar terlebih sejak marak beredar produk cetakan yang lebih murah dan cepat diproduksi. Kondisi itu membuat gerabah tradisional yang memiliki nilai seni yang lebih tinggi menjadi kurang diminati oleh konsumen. Penjualan gerabah tradisional tidak lagi cukup untuk menghidupkan ekonomi warga di Desa Banyumulek, sehingga generasi muda enggan melanjutkan tradisi menjadi perajin gerabah tradisional lantaran profesi itu dianggap tidak menjanjikan kesejahteraan. Menurut Sarbini, perajin gerabah tradisional menaruh harapan besar terhadap pemerintahan baru saat ini lewat program pembangunan berbasis desa.
Perajin gerabah di Banyumulek mulai membenahi diri dengan melakukan berbagai inovasi salah satunya adalah mengikuti tren masa kini untuk menarik minat pembeli. Mereka berharap peran dari pemerintah dengan tetap memberikan dukungan, sehingga para perajin gerabah bisa terus berkembang dan berinovasi agar kerajinan gerabah tradisional bisa tetap eksis. Dukungan serta peran aktif pemerintah, menurut mereka, bisa memperkuat apa yang sudah dilakukan warga desa, Banyumulek mampu bangkit kembali sebagai desa wisata yang berdaya saing. Industri kerajinan di Indonesia memiliki potensi besar karena ditopang kekayaan budaya, keberagaman bahan baku lokal, serta keterampilan pengrajin yang diwariskan lintas generasi. Sektor ini tidak hanya berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi daya tarik ekspor bernilai tambah tinggi, terutama di pasar premium yang mengutamakan produk unik dan berkelanjutan.
Atikel ://jAy/kY