Gerabah dan Tembikar Banyumulek merupakan produksi desa tradisional Banyumulek yang hanya beberapa kilo meter saja dari kota Mataram (7 km) ke arah selatan, wilayahnya masuk ke dalam wilayah kabupaten Lombok Barat.
Sudah dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai daerah pengrajin tembikar dan Gerabah nah jujur saja saya belum tahu mengenai asal ke dua kata tersebut.
Perbedaan Gerabah dan Tembikar
Apakah gerabah itu bahasa daerah Lombok dan kata tembikar adalah bahasa Indonesia tapi ada yang berpendapat kalau sebutan Gerabah itu untuk hasil kerajinan tanah kemudian dibakar lalu setelah jadi dipergunakan untuk alat-alat dapur.
Untuk Sebutan Tembikar itu untuk hasil pekerjaan kerajinan tanah kemudian dibakar untuk keperluan ornamen atau hiasan seperti Pot, Fast bunga, Asbak, hiasan dinding, guci dan lain sebagainya.
OK, di mana era sebelum merambahnya pariwisata di Lombok pengrajin tembikar desa Banyumulek hanya merupakan pengrajin tradisional yang membuat gerabah dengan bentuk dan model sesuai tuntutan masyarakat sekitar untuk keperluan perlengkapan dapur.
Seperti halnya: Jangkih atau tungku untuk memasak, Sigon atau wajan (penggorengan), Kemik atau panci untuk memasak, Ceret atau kocor untuk minum, Bongatau kendi tempat menaruh air untuk mandi dan cuci kaki, Selao atau kendi untuk menampung air untuk memasak di dapur.
Pemasaran Gerabah dan Tembikar Banyumulek
Pengrajin gerabah wanita Banyumulek yang selalu ramah
Semua hasil produksi bersifat milik perorangan yang dikerjakan secara rutin setiap hari oleh penduduk masyarakat desa Banyumulek
Gerabah setelah jadi kemudian dipasarkan ke pasar tradisional terdekat atau diasong ke desa tetangga dengan menggunakan sepeda pancal atau dipikul, bahkan pemasarannya sampai ke kota Mataram.
Kini fenomena seperti itu sudah berlalu di telan masa walaupun sampai saat ini masih kita lihat sebagian masyarakat Banyumulek masih ada yang berkeliling memikul hasil kerajinannya.
Untuk dijual ditawarkan dari pintu ke pintu terutama seperti pot bunga yang sudah difinishing dengan bentuk yang lebih memikat.
Pemasaran gerabah ke kampung-kampung tradisional
Ada juga sebagian yang memikul pot bunga dengan bunganya langsung tapi lebih sering kita lihat diasong dengan sepeda pancal dan kini kerajinan tembikar desa Banyumulek sudah bergeser secara fungsi alias naik gengsi tidak untuk dijadikan keperluan alat-alat dapur atau perabot rumah tangga lainnya lagi. Kini kerajinan gerabah Banyumulek sudah menjadi konsumsi pariwisata dan di produksi secara besar-besaran dengan diikuti oleh model dan inovasi desain yang cukup memikat untuk para pelancong.
Kerajinan Ini di Mata Wisatawan Asing
Pelancong yang datang secara khusus untuk melihat sisi corak dan seni yang ditampilkan oleh para pengrajin-pengrajin desa Banyumulek.
Bahkan peminatnya banyak yang dipesan untuk diekspor ke negara-negara berkembang terutama Eropa dan Amerika atau bisa dibilang kerajinan tembikar Banyumulek “Go Internasional.”
Tembikar Banyumulek untuk keperluan interior rumah dan kantor
Tentu yang kita maksudkan bukan Gerabah seperti yang dijual di pasar tradisional tadi kini Gerabah Desa Banyumulek sudah dikombinasikan dan dikembangkan menjadi ribuan bentuk, model dan desain.
Difinishing dengan beragam macam motif dengan teknis yang dikombinasikan dengan anyaman Ketak, semacam bahan anyaman jenis tumbuhan semak yang mempunyai tekstur seperti benang tapi lebih besar namun sangat alot dan kuat untuk dianyam.
Setelah dianyam pada bagian luar dari tembikar akan diberikan cairan pernis atau cairan lain untuk memberi kesan klasik atau kuno tentu model yang ditawarkan ke pelanggan.
Lebih berorientasi pada kebutuhan untuk interior dan exterior rumah mewah, kantor dan sebagainya yang bisa diletakkan di atas bufet, di pojok teras rumah atau pun kantor.
Yang bentuknya pipih untuk hiasan dinding, ada juga untuk keperluan tempat menaruh buah-buahan, alas panci di atas meja makan dan ada juga untuk menempatkan lilin bahkan lampu listrik agar terlihat unik.
Proses penjemuran Tembikar di halaman rumah masing-masing
Tembikar desa Banyumulek sekarang sudah sangat berkembang untuk mendukung pariwisata sebagai destinasi tujuan pariwisata kerajinan tradisional Lombok.
Terutama bagi kalangan masyarakat Eropa sungguh ingin tahu untuk membandingkan era teknologi yang berkembang di negaranya dengan sistim produksi yang sangat mendasar dan tradisional.
Saat ini ketersediaan material bahan tanah liat yang ada sudah menjadi masalah baru karena banyaknya permintaan produksi.
Permintaan tidak saja dari luar negeri tetangga pulau sebelah pun seperti Bali memajang di art shop yang ada di Bali dengan tampilan brand Bali.
Padahal barang tersebut berasal dari desa Banyumulek, ketersediaan material tanah harus dibeli dari kecamatan lain, bahkan dari lokasi yang sangat jauh di daerah Sekotong.
Hingga pembuatan Tembikar menimbulkan biaya produksi menjadi naik dan harga jual pun jadi meningkat.
Proses Pembuatan Gerabah Desa Banyumulek
Proses menumbuk tanah liat sebelum diayak
Sering sekali kita dengar gerabah dan tembikar yang berbahan dasar dari tanah liat yang dibuat dengan melalui proses yang cukup rumit dan menjelimet dengan proses dengan cara dijemur dulu berminggu-minggu.
Untuk menghasilkan kualitas material tanah yang bagus untuk proses pembuatan tembikar, ditumbuk hingga halus kemudian diayak, selanjutnya diendapkan dengan cara diberikan air.
Untuk beberapa hari setelah itu barulah ke tahap proses pembentukan model sesuai bentuk yang diinginkan atau sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Kemudian setelah itu barulah hasil yang sudah dibentuk dijemur dengan cara diangin-anginkan atau dengan kata lain dijemur dengan tidak ditaruh di bawah terik matahari untuk beberapa hari sambil mempersiapkan proses pembakaran.
Tempat pembakaran Gerabah atau Tembikar secara kolektif
Dengan menggunakan bahan bakar jerami kering yang tempat proses pembakaran di desa Banyumulek sudah ditempatkan secara kolektif di beberapa tempat dengan bangunan yang sudah disediakan oleh aparat desa dengan didukung oleh pihak departemen pariwisata.
Untuk lebih jelasnya mari datang ke desa Banyumulek untuk melihat secara langsung proses cara pembuatan nya hingga proses finishing bisa Anda lihat di desa Banyumulek.
Tentu masyarakat sudah terbiasa dengan hal semacam ini jika seseorang atau kelompok yang datang berkunjung ke lokasi ini terutama para wisatawan yang dengan sengaja datang ingin melihat proses pembuatan gerabah jangan sungkan untuk menyapa juga bisa bertanya ke penduduk setempat.
Suasana kegiatan pengrajin bekerja di depan rumah masing-masing
Dengan mengeksplorasi kampung mereka yang sederhana ini dari pintu ke pintu, hampir setiap rumah mengerjakan pembuatan tembikar, terutama proses membentuk dengan cara memutar alat sederhana tempat menaruh atau mendudukkan bahan material tanah yang untuk digunakan menjadi mesin manual yang sangat sederhana.
Dibentuk sesuai permintaan yang diinginkan atau untuk stok produksi, kemudian setelah terbentuk akan dijemur di depan halaman rumah sebelum dilanjutkan ke proses pembakaran.
Tentu dengan memperhatikan jadwal giliran karena proses pembakaran berlokasi jauh dari pemukim agar efek bahaya atau pun asap pembakaran bisa dihindari dan digunakan secara kolektif di satu tempat yang sudah ditentukan oleh aparat desa.